https://drive.google.com/open?id=1Bug_v5e3MRUW4IzZldCPO28qP1ns817e1o2wUcdByNs
Tips merawat kuku

Menurut Anggowarsito (2018) mencegah kerusakan kuku yaitu sebagai berikut:
- Tidak menggigit kuku dan mengorek kutikula terlalu dalam
- Tidak mencabut tepi kuku karena sebagian jaringan kulit di sekitar akan ikut tercabut
- Tidak menggunakan produk perawatan kuku yang keras, seperti Toluene, Formaldehyde dan Dbutyl phthalate (DBP). Tetapi menggunakan produk perawatan kuku alami seperti Emtrix, OPI Cuticle Revitalizer Oil dan Ezflow Cuticle Oil.
- Jaga kuku tetap kering dan bersih
- Gunakan gunting kuku pribad saat memotong kukuui, potong kuku secara lurus dan gunting ujungnya secara lengkung serta potong kuku secara rutin.
- Jika memiliki kuku palsu, periksa secara teratur untuk perubahan warna kuku aslinya
Sumber:
Anggowarsito, J. L. (2018). Kuku sebagai petunjuk penyakit lain. Jurnal Widya Medika, 4(2), 134-142. Retrieved from http://journal.wima.ac.id/index.php/JWM/article/view/1819.
Bahaya tidak memotong kuku
- Cacingan

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan telur cacing yang ditularkan melalui tanah. Cacingan sering terjadi pada usia anak sekolah dasar karena imun tubuh yang rendah serta kebersihan personal atau diri anak tersebut. Pada saat dewasa cacingan juga sering terjangkit penyakit tersebut. Anak-anak yang terkena cacingan memiliki postur badan yang kurus, perut buncit, rambut merah, tipis, jarang dan kusam, mata belekkan, malas belajr dan mengantuk.
Penyakit cancingan dapat dilakukan pencegahan dengan meminum obat cacing t bulan sekali, pemakaian alas kaki secara rutin jika bermain diluar rumah, mencuci tangan dengan sabun sehabis berkegiatan atau melakukan aktivitas dan setelah dari kamar mandi, serta rutin memotong kuku seminggu sekali.
- Diare

Menurut Dr. Luszy Arijanty (2011) diare adalah kondisi dimana seseorang buang air besar 3 kali atau lebih dalam satu hari dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas dan disertai darah atau lendir. Diare disebakan oleh infeksi rotavirus, infeksi bakteri, parasite dan jamur serta ada penyebab keracunan makanan, alergi, faktor psikologis yaitu stress.
Penularan diare ada tiga yaitu finger (jari), food (makanan), dan fly (lalat). Berdasarkan jangka waktu terjadinya diare dibagi menjadi dua yaitu diare akut yang terjadi sampai dengan 7 hari, kemudian diare melanjut berlangsung 8-14 hari. Lalu diare kronis terjadi lebih dari 2 minggu (Febriana, 2016)
Sumber:
Febriana Putri, S. (2016). Perancangan Kampanye Sosial Menjaga Kesehatan Kuku. Retrieved from http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=325724
Manfaat memotong kuku
- Mencegah Pembengkakan di Jari Kaki.
Kuku kaki yang panjang dan jarang dipotong, bila dibiarkan pertumbuhannya maka pertumbuhan kuku akan masuk ke dalam. Ketika kuku sudah mulai panjang akan membuat ukuran kuku semakin besar dan bisa menembus kulit. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan bisa terjadi pembengkakan dan juga infeksi. Oleh sebab itu, memotong kuku kaki secara rutin sangat penting.
- Mencegah Infeksi Bakteri
Memotong kuku secara teratur dapat mengurangi infeksi bakteri yang terdapat pada kuku. Pemakaian memakai kaos kaki dan juga sepatu yang menyebabkan kuku lembab dan tidak ada udara masuk sehingga memicu munculnya bakteri pada kuku, misalnya bakteri Tinea. Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya kutu air, ruam merah di kuku, dan menyebabkan kuku berwarna kuning. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk memotomg kuku secara teratur.
- Meminimalisir Cedera
Memiliki kuku panjang memperbesar resiko terjadinya cedera, seperti tercakar ataupun mengalami cedera ketika kuku membentur benda keras. Akibat benturan tersebut dapat menimbulkan rasa sakit serta menimbulkan warna hitam di dalam kuku. Maka penting memotong kuku secara teratur, karena bermanfaat dapat meminimalisir cedera dan meminimalisir kuku yang dapat melukai orang lain.(Febriana, 2016)
Sumber:
Febriana Putri, S. (2016). Perancangan Kampanye Sosial Menjaga Kesehatan Kuku. Retrieved from http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=325724
Langkah-langkah memotong kuku

Menurut Silviani Sri Rahayu (2011:12) dalam Yusfidarsi (2012) langkah-langkah memotong kuku yaitu:
- Siapkan alat:
a). Gunting kuku
b). Sabun
c). Air bersih
d). Kain lap/ tisu
- Cuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum memotong kuku. Setelah cuci tangan, keringkan tangan dengan kain lap/tisu.
- Pegang jepitan kuku dengan posisi ibu jari pada bagian atas jepitan dan telunjuk beserta jari tengah dibagian bawah jepitan.
- Masukkan jepitan kedalam kuku yang akan dipotong. Setelah itu potog kuku
- Kikir kuku agar kuku menjadi rapi
Sumber:
Yusfidarwati. (2012). Meningkatkan keterampilan memotong kuku melalui metode demonstrasi bagi anak tunagrahita ringan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus. 1(1), 260-265. Retrieved from http://download.portalgaruda.org/article.php?article=24389&val=1496
Kriteria kuku sehat
- Kuat
- Kenyal
- Warna kemerahan atau pink segar
- Tekstur permukaannya halus dan tidak bergelombang
- Kuku tidak mudah sobek (Febriana, 2016)
Suumber:
Febriana Putri, S. (2016). Perancangan Kampanye Sosial Menjaga Kesehatan Kuku. Retrieved from http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=325724
Bagian Kuku
- Lempeng kuku : Bagian keras kuku yang kasat mata.

- Lunula : Bagian kuku berwarna putih
- Lipatan kuku : Kulit yang membungkus lempeng kuku
- Bantalan kuku : Kulit dibawah lempeng kuku (Oz MC Roizer MF dan Rome E, 2012) dalam Febriana, 2016)
Sumber:
Febriana Putri, S. (2016). Perancangan Kampanye Sosial Menjaga Kesehatan Kuku. Retrieved from http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=325724
Pengertian Kuku
Menurut Febriana (2016) kuku atau Unguis menurut kamus kedokteran Dorland adalah “Lempengan kulit bertanduk pada permukaan dorsal ujung distal falang terminal jari tangan atau jari kaki, yang tersusun dari kerak-kerak epitel yang memipih dan berkembang dari stratum lucidum kulit”. Pengertian kuku pada umumnya adalah bagian tubuh manusia yang bersifat keras, tumbuh di ujung jari dan berfungsi sebagai pelindung.
Sumber:
Febriana Putri, S. (2016). Perancangan Kampanye Sosial Menjaga Kesehatan Kuku. Retrieved from http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=325724

